Wednesday, August 21, 2013
Pertolongan Pertama Pada Keracunan
*Keracunan Makanan:
Bisa disebabkan makanan yang sudah tercemar oleh kuman atau oleh toksin yang dihasilkan kuman yang sudah ada di dalam makanan.
Keracunan makanan akibat kuman biasanya oleh kuman salmonella (terdapat pada hewan ternak, terutama unggas). Gealanya dapat timbul dalam beberapa jam atau setelah satu hari atau lebih.
Keracunan makanan akibat toksin biasanya akibat toksin yang dibuat oleh kuman staphyllococcus, gejalanya timbul dengan cepat, bisa dalam 2-6 jam setelah makanan dimakan.
*Gejala Keracunan:
- Mual dan muntah
- Kejang perut dan sakit perut
- Diare (bisa berdarah)
- Sakit kepala, demam
- Syok,kolaps
*Pencegahan Keracunan Makanan:
- Daging dan unggas beku harus dicairkan secara saksama sebelum dimasak
- Daging, daging unggas dan telur harus benar-benar masak agar kuman mati
- Jangan menyimpan makanan hangat terlalu lama karena bakteri dapat berkembang biak tanpa gejala kerusakan yang jelas
*Racun yang Tertelan
1. Encerkan racun yang ada dalam lambung sekaligus menghalangi penyerapannya. Cairan yang dapat dipakai adalah air putih, susu atau telur mentah.
2. Kosongkan lambung. Tindakan ini hanya efektif bila dilakukan maksimal 4 jam setelah racun ditelan. Pengosongan lambung dapat dilakukan dengan merangsang muntah atau bilas lambung. Perangsangan muntah dilakukan dengan memberi segelas air atau susu lalu meranngsang dinding faring dengan jari. Namun perangsangan muntah dan bilas lambung tidak boleh dilakukan pada:
- Keracunan zat korosif, asam/basa kuat, fenol, striknin
- Keracunan senyawa hidrokarbon, minyak tanah, bensin
- Penurunan kesadaran atau kejang
*Racun yang Terkena Kulit atau Mata
1. Pakaian yang tercemar dilepas
2. Cuci/bilas bagian yang terkena dengan air dan sabun. Dapat digunakan asam cuka encer untuk menetralkan basa atau natrium bikarbonat encer untuk menetralkan asam. Jangan gunakan zat lain
*Racun yang Terhirup : Pindakah penderita ke tempat yang aman
*Racun Melalui Suntikan : Pasang turniketproksimal dari tempat suntikan. Jaga agar denyut arteri bagian distal masih teraba dan lepasskan selama 1 menit setiap 15 menit.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

.jpg)





0 comments:
Post a Comment