RSS

Friday, August 23, 2013

ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR SANGAT RENDAH (BBSLR)

KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan Makalah Laporan Pendahuluan yang berjudul  “ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “ L “ DENGAN BBLSR DI RUANG PERINATAL RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANGTAHUN 2013” tepat pada waktunya.
Dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dikarenakan keterbatasan ilmu pengetahuan, dan pengalaman. Maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat mendidik dan membangun dari semua pihak demi kesempurnaan penyusunan makalah ini dimasa yang akan datang.
Akhirnya, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya Mahasiswa Prodi DIII Kebidanan, STIKES Muhammadiyah Palembang, Amin.

Palembang, Mei 2013

   Penulis


BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Bayi baru lahir Sangat Rendah atau Bayi premature adalah bayi lahir hidup sebelum usia kehamilan 37 minggu (Dihitung dari haid terakhir) dan dengan berat badan < 2500 Gram. Mengganti istilah bayi premature dengan Bayi Berat Badan lahir Rendah karena disadari tidak semua bayi dengan Berat Badan kurang dari 2500 gram pada waktu lahir bukan bayi prematur.
Dalam beberapa dasawarsa ini perhatian terhadap janin yang mengalami gangguan pertumbuhan dalam kandungan sangat meningkat. Hal ini di sebabkan masih tingginya angka kematian perinatal dan neonatal karena masih banyak bayi yang dilahirkan dengan Berat Badan Lahir rendah di Negara maju bekisar antara 3,6 – 10,8 % , di Negara berkembang bekisar antara 10 – 43 %.
Anak- anak dan orang dewasa yang pada saat lahir merupakan Berat Badan Lahir Rendah lebih sering mengalami masalah utama, Seperti Serebral palsi, Retardasi mental, Berhasil mengembangkan adaptasi social, psikologi dan fisik terhadap lingkungan yang semakin kompleks.
Maka dari itu di butuhkan Asuhan Kebidanan BBLR yang sesuai dengan standart profesi kebidanan.

B.     Maksud dan Tujuan
Setiap manusia dalam melakukan aktivitas sudah tentu mempunyai maksud dan tujuan yang ingin dicapai, begitu pula dengan pembuatan makalah ini. Makalah ini penulis buat dengan maksud dan tujuan sebagai berikut :
1. Tujuan Umum
a. Menambah wawasan pengetahuan penulis tentang masalah dan penanganan Bayi Baru Lahir Sangat Rendah (BBLSR)
b. Memenuhi salah satu tugas Praktik Kerja Lapangan I Program D III Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang.

2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui pengertian BBLR
b. Mengetahui etiologi/penyebab bayi BBLR
c. Mengetahui patofisiologi bayi BBLR
d. Dapat melakukan pengkajian dan pengumpulan data pada bayi BBLR
e. Dapat mengidentifikasi dan merumuskan diagnosa keperawatan bayi dengan BBLR  berdasarkan prioritas masalah 
f. Dapat mengetahui kesimpulan dari BBLR


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. BAYI BARU LAHIR SANGAT RENDAH (BBLSR)
1. Definis
Berat badan lahir sangat rendah (BBLSR) adalah bayi baru lahir dengan berat badan dibawah nornal (kurang dari 1500 gr)
2. Etiologi
 BBLR/BBLSR disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu :
a. Penyakit ibu.
1) Penyakit.
Toxemia gravidarum, perdarahan ante partum, trauma fisik atau psikologis,nefritis akut, diabetes militus.
2) Usia lbu.
Kurang dari 16 tahun atau lebih dari 35 tahun, multigravida dengan jarak kehamilan dekat.
3) Keadaan sosial ekonomi rendah.
b. Faktor janin
Hidramnion, gemeli, kelainan kromosom.
c. Faktor lingkungan
Radiasi, tinggal di dataran tinggi, zat racun.
3. Klasifikasi
a. Bayi kurang bulan: yaitu bayi dengan masa kehamilan lebih dari 37 mg
b. Bayi cukup bulan: yaitu bayi dengan masa kehamilan mulai 37 mg - 42 mg.
c. Bayi lebih bulan: yaitu bayi dengan masa kehamilan mulai 42 mg atau lebih.
Berdasarkan pengertian diatas bayi dengan BBLR/BBLSR dibagi menjadi dua golongan, yaitu : prematur dan dismatur
1. Prematur
Adalah bayi lahir dengan umur kehamilan kurang dari 37 mg dan mempunyai BB sesuai dengan BB masa kehamilan (NKB – KMK).
2. Dismatur.
Adalah bayi lahir dengan BB kurang dari BB seharusnya untuk masa kehamilan, bisa terjadi pre term, term, atau post term.
Dismatur dapat juga disebut :
a. Neonatus kumng bulan, kecil untuk masa kehamilan (NKB – KMK)
b. Neonatus cukup bulan, kecil masa kehamilan (NEB – KMK)
c. Neonatus lebih bulan, kecil masa kehamilan (NLB – KMK)

4. Tanda-tanda Bayi Prematur
a. BB kurang dari 2500 gr, PB kurang dari 45 cm, lingkar kepala kurang dari 33 cm, lingkar dada kurang 30 cm.
b. Umur kehamilan kurang dari 37 mg.
c. Kepala relatif lebih besar dari pada badannya.
d. Rambut tipis dan halus, ubun-ubun dan sutura lebar.
e. Kepala mengarah ke satu sisi.
f. Kulit tipis dan transparan, lanugo banyak, lemak subkutan kurang, sering tampak peristaltik usus.
g. Tulang rawan dan daun telinga imatur.
h. Puting susu belum terbentuk dengan baik.
i. Pergerakan kurang dan lemah.
j. Reflek menghisap dan menelan belum sempurna.
k. Tangisnya lemah dan jarang, pernafasan masih belum teratur.
l. Otot-otot masih hipotonis sehingga sikap selalu dalam keadaan kedua paha abduksi, sendi lutut dan pergelangan kaki fleksi atau lurus.
m. Genetalia belum sempurna, labia minora belum tertutup oleh labia mayora (pada wanita), dan testis belum turun (pada laki laki).

5. Tanda-tanda pada Bayi Dismatur
a. Preterm sama dengan bayi premature
b. Term dan post term :
Kulit pucat atau bernoda, keriput tipis.
Vernik caseosa sedikit/kurang atau tidak ada.
Jaringan lemak di bawah kulit sedikit.
Pergerakan gesit, aktif dan kuat.
Tali pusat kuning kehijauan.
Mekonium kering.
Luas permukaan tubuh relatif lebih besar dibandingkan BB.
6. Komplikasi pada BBLR/BBLSR
a. Hipotermi
Tanda terjadinya hipotermi pada BBLR adalah :
1) Suhu tubuh bayi kurang dari 36,5 c
2) Kurang aktif dan tangis lemah 
3) Malas minum
4) Bayi teraba dingin
5) Kulit mengeras kemerahan
6) Frekuensi jantung < 100 x/menit
7) Nafas pelan dan dalam 

b. Hipoglikemia
Hipoglikemia ditandai dengan :
1) Kadar glukosa darah < 45 mg/dl
2) Kejang, tremor, jitterys, letargi/kurang aktif
3) Timbul saat lahir sampai dengan hari ke 3
4) Riwayat ibu dengan diabetes
5) Keringat dingin
6) Hipotermia, sianosis, apneu intermitten

c. Ikterus/hiperbilirubin
Hiperbilirubin pada BBLR terjadi karena belum maturnya fungsi hepar pada bayi premature, bila tidak segera diatasi dapat menyebabkan kern ikterus yang akanmenimbulkan gejala sisa yang permanen. Hiperbilirubin di tandai dengan :
1) Selera, puncak hidung, sekitar mulut, dada, perut dan ekstermitas berwama kuning
2) Konjungtiva berwama kuning pucat
3) Kejang
4) Kemampuan menghisap menurun
5) Letargi
6) Kadar bilirubin pada bayi premature lebih dari l0 mg/dl

d. Masalah pemberian minum
Hal ini ditandai dengan :
a) Kenaikan berat badan bayi < 20 g/hr selama 3 hari
b) Ibu tidak dapat/tidak berhasil menyusui
e. Infeksi/sepsis
Infeksi pada BBLR dapat terjadi bila ada riwayat ibu demam sebelum dan selama persalinan, ketuban pecah dini, persalinan dengan tindakan, terjadinya asfiksia saat lahir dll. Tanda terjadinya infeksi pada BBLR antara lain :
1) Pada pemeriksaan labomterium terdapat lekositosis atau lekositopenia dan trombositopenia
2) Bayi malas minum
3) Suhu tubuh bayi hipertermi ataupun hipotermi J
4) Terdapat gangguan nafas
5) Letargi
6) Kulit ikterus, sklerema
7) Kejang

f. Gangguan permafasan
1) Deflsiensi surfaktan paru yang mengarah ke sindrom gawat nafas/RDS
2) Resiko aspirasi akibat belum terkoordiansinya reflek batuk,reflek menghisap dan reflek menelan
3) Thoraks yang lunak dan otot respirasi yang lemah
4) Pemafasan tidak teratur
5) Penyakit membrane pada neonates/HDN
Penyebabnya adalah defisiensi faetor koagulasi yang bergantung pada vitaminK.
7. Penatalaksanaan
a. Termoregulasi 
Suhu lingkungan harus hangat 24-26° C
Pastikan alas tidur dan selimut bayi hangat
Pastikan inkubator hangat
Saat melakukan tindakan pastikan bayi hangat
Pintu inkubator jangan sering di buka
Bila sudah stabil lakukan perawatan metode kangguru
b. Jaga patensi jalan nafas ,
c. Monitor tanda-tanda vital
d. Bila kemampuan menghisap dan menelan belum terkoordinasi berikan asupan melalui sonde atau nutrisi parenteral
e. Pencegahan infeksi, perhatikan teknik aseptic dalam melakukan setian tindakan, meminimalkan tindakan invasive
f. Pemberian vit K untuk mencegah pendarahaan
g. Atasi penyulit sesuai dengan kausanya atau komplikasinya


BAB III
PENUTUP


A. KESIMPULAN
Bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa gestasi.Berat lahir adalah berat bayi yang ditimbang dalam 1 (satu) jam setelah lahir. Prevalensi bayi berat lahir sangat rendah (BBSLR) diperkirakan 15% dari seluruh kelahiran di dunia dengan batasan 3,3%-38% dan lebih sering terjadi di negara-negara berkembang atau sosio-ekonomi rendah. 
Penyebab terbanyak terjadinya BBLSR adalah kelahiran prematur. Faktor ibu yang lain adalah umur, paritas, dan lain-lain. 
Faktor plasenta seperti penyakit vaskuler, kehamilan kembar/ganda, serta faktor janin juga merupakanpenyebab terjadinya BBLSR 

B. SARAN
Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan baik dalam sistematika penulisan maupun dari isi makalah, oleh karena itu untuk memperbaiki makalah ini dan makalah-makalah selanjutnya kami berharap saran dan kritik yang membangun demi perbaikan dimasa yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA

http://blogkeperawatan.blogspot.com/p/bayi-baru-lahir-rendah-bblr.html
http://amelhaichi.blogspot.com/2011/11/askeb-bblr.html
http://duniapintardancemerlang.blogspot.com/2012/01/makalah-ikterik-pada-neonatus-bayi-dan.html
http://defiaanggreana.blogspot.com/2012/12/kata-pengantar-segala-puji-bagi-allah.html
Suradi R. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Melihat situasi dan kondisi bayi. Avaliable from :
United Nations Children’s Fund/World Health Organization. Low Birthweight.
UNICEF, New York, 2004. Avaliable from :
http://www.childinfo.org/areas/birthweight.htm. Last Update : Nov 2007 [diakses tanggal 2 Desember 2007].

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

 
Copyright © ncutaah