Loafer adalah sepatu berhak datar tanpa tali dengan bagian depan yang tertutup. Biasanya terbuat dari bahan kulit dengan aksen gesper, rumbai, atau coin holder.
Di beberapa negara, sepatu loafer berbahan kulit sering digunakan sebagai sepatu bisnis, terutama di Amerika Serikat dan Inggris. Para masyarakat dari dua negara ini gemar memilih loafer kulit dengan model sederhana, yang dirakit dengan menggunakan teknik jahit, dan memadankannya dengan jas.
Namun, di beberapa negara Eropa, seperti Jerman misalnya, sepatu loafer dipandang sebagai alas kaki kesempatan bukan resmi. Di sini, mereka cenderung memilih sepatu kulit dengan tali untuk digunakan di kesempatan resmi, seperti melakukan bisnis. Mengenakan sepatu kulit dengan tali mencerminkan pemakai yang solid dan dapat diandalkan.
Salah satu model loafer yang cukup menarik adalah model dengan detail tassel. Tassel adalah semacam rumbai yang digulung dan dijahit di bagian depan sepatu loafer. Menurut sejarahnya, di Amerika Serikat, sepatu loafer model ini hanya digunakan oleh para masyarakat Inggris yang menetap di Amerika untuk menghadiri kegiatan Gereja di hari Minggu. Namun, bagi orang Jerman, sepatu loafer ber-tassel dianggap adalah sebuah lelucon. Masyarakat Jerman tidak menyukai model ini.
Sikap masyarakat Jerman terhadap model ber-tassel ini memacu pemakaian sepatu kulit bertali pada kesempatan santai. Kombinasi celana jins atau chinos (celana panjang bahan) dengan sepatu kulit bertali adalah padanan yang biasa dilihat di masyarakat Jerman, tetapi jarang ditemukan di masyarakat Inggris dan Amerika Serikat yang lebih memilih loafer sebagai sepatu akhir minggu.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)







0 comments:
Post a Comment